Selain itu, merokok, minuman beralkohol, vitamin (terutama dalam dosis tinggi), dan obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan bau mulut. Namun kebersihan dan kesehatan gigi serta rongga mulut merupakan faktor pertama yang harus diperiksa pada seseorang yang menderita halitosis. Kebersihan gigi yang buruk, karies gigi, abses gigi, impaksi gigi, penyakit gusi (gingivitis, periodontitis), semuanya dapat menjadi penyebab halitosis.
Nafas bau kronis biasanya disebabkan oleh bakteri yang menghasilkan partikel sulfur berbau tidak sedap karena mencerna makanan tersisa di gigi. Secara normal air ludah membantu mengurangi nafas tidak sedap dengan membawa keluar makanan dengan airnya dan mencairkan partikel sulfur. Orang dengan mulut kering tidak punya cukup air ludah.
Mulut kering dapat disebabkan oleh sejumlah faktor termasuk penggunaan obat-obatan tertentu atau sedang melakukan diet sehingga tidak menghasilkan cukup ludah. Selain itu, Perubahan hormonal juga menyebabkan bau mulut dan hal ini terjadi pada kaum wanita sesaat sebelum menstruasi.
Bau tidak sedap juga bisa timbul akibat tumbuhnya jamur di permukaan lidah. Karenanya biasakan diri menggosok gigi dan lidah secara rutin, selain menghindari gigi berlubang.
Oleh karena itu, dokter gigi umumnya merekomendasikan untuk menggosok gigi dua kali sehari. Lebih dari itu dikhawatirkan akan menghilangkan gusi dan merusak gigi. Sedangkan kurang dari dua kali tidak cukup mengendalikan bakteri yang ada di dalam mulut.
tips sederhana mencegah bau mulut
tips untuk menghilangkan bau mulut, seseorang harus membersihkan karang gigi yang ada agar tidak membuat gigi berlubang. Sebaiknya juga melakukan pembersihan karang gigi setiap enam bulan sekali, tetapi jika kondisi karang giginya cukup parah, pembersihan dilakukan sekali dalam jangka waktu dua bulan.
Sedangkan untuk bau mulut akibat gigi berlubang dan adanya peradangan jaringan penyangga gigi (periodontitis), harus dilakukan pembersihan tulang rahang dengan membuka gusi untuk membersihkan infeksi yang terjadi.
cara mencegah bau mulut;
- Pelihara kebersihan mulut dengan cara menggosok gigi dan lidah terutama lidah dengan lapisan keputihan yang tebal atau setiap kali setelah makan.
- Bersihkan sela-sela gigi dan pinggir gusi dengan menggunakan benang gigi (dental floss) kemudian kumur-kumur
- Gunakan cairan pencuci mulut/penyegar mulut (mouthwash) seperlunya, jangan terus menerus karena dapat menyebabkan terganggunya flora normal di dalam mulut.
- Periksa rutin ke dokter gigi tiga bulan sekali
- Mengubah kebiasaan dan diet ;
merokok mempunyai efek memperburuk status kebersihan mulut yang memicu terjadinya gingivitis dan periodontitis, obat-obatan dapat mengurangi produksi air liur yang akan memperparah bau mulut dan mengiritasi mukosa mulut.


No comments:
Post a Comment